heaven

Crying 2 habis sudah... tak ada sisa tinggal puing, dan air yg tetap akan menggenang, entah kapan mengeringnya... kemarau mungkin bisa saja tiba seketika tapiiii semua tak tahu kapan, tak ada satu setan pun yg tahu... Aku, yang tiada henti2nya terasing bersama sepi, selalu dan apa mungkin selamanya hingga Aku mati dan terkubur sendiri... tak peduli itu semua Aku akan tetap menjadi Aku dan terus menjadi Aku yang sumyi... padahal aq ingin selalu bernyanyi di dalam duniaku, tapi itu tak mungkin bisa takdir telah tertulis, ingin menghapusnya dan mengganti isi dari buku sang penulis itu lalu Aku bisa berkarya sesukaku dengan nada-nada yg menggambarkan kehidupan antara dunia dan surga yang mengalir sungai2 dibawahnya...





Komentar

Postingan Populer