KAU PUISI
KAU PUISI
Mentari selalu terbit dan tenggelam tepat pada waktunya, begitupun kisah ini apapun yang terjadi pasti akan terjad.
Aku butuh cinta…
Semua orang pasti butuh cinta, yang memiliki berjuta makna dan sulit diungkapkan. Dan dia adalah satu-satunya tokoh dalam tema cintaku untuk melengkapi diriku, menutupi kekuranganku. Hanya dia yang sanggup taklukan hati ini.
Dan kau…
Bayangannya tak pernah hilang dari pandanganku, sosok yang punyai arti. Dua tahun lebih kami menjalin hubungan ini, “long distance” biasa, umum, basi. Tapi cinta gak pernah kenal jarak.
“Sayang, udah maem?”, kata yang tak pernah bosan kami ucapkan tiap kali satelit menyambungkan suara kami. “Aku cinta kamu”.
Air mata tak bisa terbendung tiap kali mendengar kata rindu, dan cinta lainnya, dan tak akan pernah bosan aku mendengar klise lainnya. Aku tak kenal pada dusta. Tapi semakin cinta, entah dari mana datangnya rasa itu?.
“Cinta yang dititpkan Tuhan pada kita.” Katanya.
“Selain karena doaku, karena kamu gak pernah marah sama aku dan Opin (boneka dolphin. red) dari kamu yang aku peluk tiap malem, yang buat sayangku ke kamu bersemi tiap harinya. Aku sayang kamu.”
“Sayang… makaci yah buat semuanya… aku gak pernah marah coz kamu nggak pernah buat aku marah… aku malah bahagia terus sama kamu.”
Hanya dia yang bisa membuatku tersenyum lega, malam yang indah. Sudah hampir lima bulan aku menahan rindu, rindu yang benar-benar menusuk tajam hingga kedalam hati. Kapan ya waktu itu datang lagi?. Walau waktu dan tempat bukanlah hal utama yang membuat bahagia, tapi didalam kisahku dua hal itu sangat mahal.
Dulu aq berfikir bahwa dunia adalah tempat yang paling indah dalam hidupku, tapi ternyata semua akan terasa lebih indah bila disampingnya.
Timing… aku serahin semuanya sama waktu.
Tak ada yang salah takdir telah ditetapkan, tak ada yang kebetulan di dunia ini dan mimpi-mimpi lah awal dari kisahku, mimpi yang indah dan tidak selalu buruk, hingga sedikit demi sedikit mimpi-mimpi itu menjadi nyata. Kekuatan mimpi dan keyakinan yang disertai dengan iman yang membuat kami selalu bertahan dan bahagia hingga detik ini.
Aku hanya peduli pada aku, kau dan Tuhan yang menentukan hubungan ini. Sakit, bila salah satu mimpi buruk itu menjadi nyata, atau kisahku tiba-tiba hilang ditelan zaman dan salah satu dari kami mati. Aku butuh dunia.
Mimpi tentang bintang-bintang malam dan kau disisiku, anak-anak yang lucu, shaleh, baik hati, dan santun, aku membayangkan kau memanggil nama anak kita yang bandel, punya cucu yang banyak, menua bersama, dan mimpi-mimpi lainnya hingga ke surga. Aku yakin, karena kehidupan dan kematian diantaranya adalah impian dan khayalan.
Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-oramg yang yakin (QS. Al-Baqarah-118).
“Aku pengen cerita ke anak-anak kita tentang kisah kita. Dan aku pengen buktiin banget ke orang-orang kalau kita gak sia-sia. Tapi dibalik itu semua, hati aku sudah milih kamu.”
Kau adalah puisi, buku, buku bagus, fiksi, dan nonfiksi, animasi yang penuh seni………………………………….. yang isinya penuh dengan makna dan keindahan ………………….
Aku butuh cinta, dan kau yang membuatku bisa bertahan seperti rumput yang takkan tumbang oleh topan. Emosi, perasaan rasa aman yang begitu terasa hingga relung-relung hati.
Kau puisi, ketika datang sepi,
Hadirmu jadi pelengkapku di tata surya,
Aku butuh dunia…
Dan kau… sebagai pendampingku…
Mentari selalu terbit dan tenggelam tepat pada waktunya, begitupun kisah ini apapun yang terjadi pasti akan terjad.
Aku butuh cinta…
Semua orang pasti butuh cinta, yang memiliki berjuta makna dan sulit diungkapkan. Dan dia adalah satu-satunya tokoh dalam tema cintaku untuk melengkapi diriku, menutupi kekuranganku. Hanya dia yang sanggup taklukan hati ini.
Dan kau…
Bayangannya tak pernah hilang dari pandanganku, sosok yang punyai arti. Dua tahun lebih kami menjalin hubungan ini, “long distance” biasa, umum, basi. Tapi cinta gak pernah kenal jarak.
“Sayang, udah maem?”, kata yang tak pernah bosan kami ucapkan tiap kali satelit menyambungkan suara kami. “Aku cinta kamu”.
Air mata tak bisa terbendung tiap kali mendengar kata rindu, dan cinta lainnya, dan tak akan pernah bosan aku mendengar klise lainnya. Aku tak kenal pada dusta. Tapi semakin cinta, entah dari mana datangnya rasa itu?.
“Cinta yang dititpkan Tuhan pada kita.” Katanya.
“Selain karena doaku, karena kamu gak pernah marah sama aku dan Opin (boneka dolphin. red) dari kamu yang aku peluk tiap malem, yang buat sayangku ke kamu bersemi tiap harinya. Aku sayang kamu.”
“Sayang… makaci yah buat semuanya… aku gak pernah marah coz kamu nggak pernah buat aku marah… aku malah bahagia terus sama kamu.”
Hanya dia yang bisa membuatku tersenyum lega, malam yang indah. Sudah hampir lima bulan aku menahan rindu, rindu yang benar-benar menusuk tajam hingga kedalam hati. Kapan ya waktu itu datang lagi?. Walau waktu dan tempat bukanlah hal utama yang membuat bahagia, tapi didalam kisahku dua hal itu sangat mahal.
Dulu aq berfikir bahwa dunia adalah tempat yang paling indah dalam hidupku, tapi ternyata semua akan terasa lebih indah bila disampingnya.
Timing… aku serahin semuanya sama waktu.
Tak ada yang salah takdir telah ditetapkan, tak ada yang kebetulan di dunia ini dan mimpi-mimpi lah awal dari kisahku, mimpi yang indah dan tidak selalu buruk, hingga sedikit demi sedikit mimpi-mimpi itu menjadi nyata. Kekuatan mimpi dan keyakinan yang disertai dengan iman yang membuat kami selalu bertahan dan bahagia hingga detik ini.
Aku hanya peduli pada aku, kau dan Tuhan yang menentukan hubungan ini. Sakit, bila salah satu mimpi buruk itu menjadi nyata, atau kisahku tiba-tiba hilang ditelan zaman dan salah satu dari kami mati. Aku butuh dunia.
Mimpi tentang bintang-bintang malam dan kau disisiku, anak-anak yang lucu, shaleh, baik hati, dan santun, aku membayangkan kau memanggil nama anak kita yang bandel, punya cucu yang banyak, menua bersama, dan mimpi-mimpi lainnya hingga ke surga. Aku yakin, karena kehidupan dan kematian diantaranya adalah impian dan khayalan.
Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-oramg yang yakin (QS. Al-Baqarah-118).
“Aku pengen cerita ke anak-anak kita tentang kisah kita. Dan aku pengen buktiin banget ke orang-orang kalau kita gak sia-sia. Tapi dibalik itu semua, hati aku sudah milih kamu.”
Kau adalah puisi, buku, buku bagus, fiksi, dan nonfiksi, animasi yang penuh seni………………………………….. yang isinya penuh dengan makna dan keindahan ………………….
Aku butuh cinta, dan kau yang membuatku bisa bertahan seperti rumput yang takkan tumbang oleh topan. Emosi, perasaan rasa aman yang begitu terasa hingga relung-relung hati.
Kau puisi, ketika datang sepi,
Hadirmu jadi pelengkapku di tata surya,
Aku butuh dunia…
Dan kau… sebagai pendampingku…
Komentar